Mereset root password (Linux)
Kmaren juga sempat pengalaman kelupaan password, buat yang punya LILO, coba deh pas booting pake parameter :
linux init=/bin/sh
Parameter itu bakal ngeset bahwa booting akan menggunakan shell, kemudian setelah shellnya keluar, coba perintah ini:
vi /etc/passwd
Jika kolom kedua pada baris root (kolom dibatasi dengan karakter “:”) hanya berisikan karakter “x”, maka password yang kita gunakan bertipe shadow password, tutup vi, dan buka lagi dengan perintah ini:
vi /etc/shadow
Hapus kolom kedua pada baris root, kemudian save file tersebut. Coba deh di restart, and voila :-D.
Tapi terkadang ada juga kendala, beberapa distro seperti mandrake, dll, secara default mengeset owner file-file tersebut adalah root. Kalau sudah begitu, mungkin shell saja tidak cukup untuk mereset password (pada perintah VI akan muncul pesan yang berbunyi Read Only File). Kalau itu terjadi, coba pakai LiveCD Distro, untuk LiveCD, Ubuntu cukup bisa diandalkan, karena distro ini cukup banyak memiliki perbendaharaan device storage (IDE, SCSI), jadi buat yang pake hardisk SCSI gak perlu khawatir hardisknya gak ke-detect di ubuntu :-D.
Caranya sama dengan cara shell, hanya saja sekarang berbasis GUI, untuk ubuntu, disarankan booting dengan metode live-expert. Kemudian set password rootnya dan biarkan normal user untuk login, setelah itu kita bisa masuk melalui terminal (pada GNOME), dan ketikan perintah SU untuk login sebagai super user. Selebihnya sama seperti saat berhadapan dengan shell :-D.
Make your own pose and… 1..2..3!

Hehehe.. gimana? Aksi makhluk laut yang sudah diawetkan?. Gambar ini diambil pas hari selasa pagi, 13 januari 2007, kita-kita habis dipotoin buat something yang kita gak tau -_-’, trus sebagai finishing touchnya, pose bareng deh… imut-imut kan?
Spesies bumi yang tersisa

Karena barisnya gak rapi, jadi di urut berdasarkan pose aja ya
Yang di kiri belakang lagi senyum jaim, namanya Ahmad Ishadi, trus yang di sebelah kanannya (lagi melotot serem :p), namanya Ispani Hanjian, nah, yang lagi peace pose di sebelah kanan om ispani, namanya Windi Firdaus alias Aming Wati :-D.
Trus yang pake jilbab putih, namanya Titah di sebelah kanannya Titah ada yang lagi senyum tuh, namanya Putri.Eh eh eh… wait for a while, ada yang lagi “maksa mingkem”!, siapa lagi klo bukan om Isodorus Skot kita yang tercinta :-D. Dan disebelah kanan om skot ada om Hamdy yang lagi metal pose (tapi kurang jempolnya :p).
Nah, ada yang senyum kecil lagi tuh dibawahnya Titah, namanya Mbak Siska, disebelah mbak Siska ada yang nyaris gak keliatan tuh, namanya Teh Rini. Dan dibarisan paling bawah, di ujung kiri ada my honey bunny sweety tuti fruti stroberi, Titin Caem, and me on the right side :-D.
Trus siapa lagi tuh sisanya?. Ada si Emon dengan pose yang nggak jelas, dan om Takdir Lagi senyum alien dan tunjuk-tunjuk si fotografer
Sejauh ini hanya mereka spesies yang tersisa di bumi, selebihnya hancur karena radiasi asteroid yang jatuh. Masih diteliti apakah mereka makhluk jinak atau pemakan manusia, sampai sekarang mereka masih dikarantina di tempat yang aman, dan akan dimusnahkan apabila mengancam bumi :-D.
Mouse Optik berbahaya?
Mungkin HOAX, mungkin juga bukan, tapi tidak ada salahnya untuk disimak
“Kenyamanan optical mouse ternyata mempunyai efek samping yang berbahaya. Tiga tahun semenjak peluncuran pertama optical mouse oleh microsoft, telah ditemukan ribuan kasus kelainan pada jaringan tangan akibat radiasi yang dipancarkan mouse. Optical mouse bekerja dengan memancarkan gelombang elektromagnetik frekuensi tinggi ke permukaan di bawahnya. Frekuensi yang digunakan jauh lebih tinggi dari pada pada handphone.
Telah diketahui secara luas bahwa telapak tangan dan kaki merupakan pusat ujung-ujung syaraf tubuh. Radiasi yang dirasakan oleh telapak tangan bisa berpengaruh fatal pada kesehatan, karena menurut laporan WHO radiasi dari mouse setara 5 kali radiasi handphone. Akan tetapi radiasi mouse menjadi berbahaya karena dipegang terus menerus oleh pemakai komputer.
Pengaruh radiasi dari mouse lebih terasa pada produk-produk berkualitas rendah, karena produk-produk yang bagus memiliki shield (pelindung) untuk melindungi pergelangan tangan.”
“WHO, GreenPeace, dan CNN sudah menghentikan penggunaan optical mouse untuk seluruh kegiatan di kantornya, sementara Microsoft dan IBM mengucurkan dana sekitar 2milyar dolar untuk kerjasama pembuatan pointing device yang lebih aman. Industri-industri hardware terbesar di cina dan Taiwan berusaha menutup-nutupi hal ini. Jika diperhatikan, mouse-mouse optical yang beredar di pasaran saat ini diproduksi oleh merk-merk yang tidak terkenal, padahal itu hanyalah sisa produksi industri besar yang sudah menghentikan penjualan.”
“Untuk itu, cobalah memegang mouse hanya di saat diperlukan saja. Berlatihlah menggunakan Hotkey (Ctrl-C, Ctrl-V untuk kopi paste). Kembalilah menggunakan mouse model lama (bola)”.
“Sekedar untuk berjaga-jaga, tolong teruskan ke orang-orang yang anda sayangi.”
Ngembaliin boot ke windows lagi
Kemarin sempat nginstall Ubuntu 5.04, trus niatnya pengen di uninstal. Ya udah deh nekat aja pake PowerQuest PartitionMagic, delete & secure erase partisi linuxnya, trus di reboot, eh baru ingat GRUB Boot Loadednya ada di MBR (Master Boot Record) dan masih di konfigurasi buat ngakses ke partisi linux!, jadi nongol error deh (soalnya partisi linuxnya udah kehapus T_T). Jadi bingung deh, dikira langsung otomatis balik booting ke windows. Masa mesti nginstall windows lagi?, padahal udah banyak plugin-plugin yang ku install (yang pasti bakal ilang klo windowsnya di reinstall).
Ah, gak boleh reinstall windows, repot!. Coba buka-buka command line yang disediain boot CD-nya windows xp, gak taunya ada command FIXMBR, yang bisa ngefix master boot record yang invalid, hehehe, setelah pake command line itu, os-nya om bill gates ini akhirnya bisa nongol lagi :D.
Rumput

Rumput, klo lagi bt, enaknya liat yang ijo-ijo (apalagi yang natural yang gambar di samping, meskipun liatnya dari monitor :p) Di beberapa majalah IT pun juga sering disebutin, setelah beberapa jam menatap layar monitor, disarankan untuk melihat benda-benda berwarna hijau.
Ngomong-ngomong soal rumput dan hijau, jadi inget ama balicamp yang sekarang udah pindah lokasi (dulu di bali). Gimana enggak, ruangan kerja staf-stafnya dipenuhi dengan tanaman yang asri, dan interiornya di dominasi oleh kayu dan susananya kayak di alam bebas, jadi bebas deh
Me and Goverment
Yep, beberapa minggu yang lalu sempat di ajakin pa malik buat nge fix webnya www.kaltim.go.id yang katanya gak bisa dibuka (Take too long respond). Trus di seret ke gedung BPID karena katanya web servernya nongkrong disana. Pa Adri juga udah kasih ultimatum buat kesana, klo gak salah itu hari jum’at. Pikiranku sih, klo cuma ngefix web yang gak mo dibuka browser client, sebentar aja (soalnya mungkin cuma nyasar di bagian direktori or something like that). Tapi ternyata pas nyampe sana (habis jum’at-an klo ga salah), masalahnya bukan cuma ada di web server, tapi os nya (om penguin/linux) juga gak ada yang tau account rootnya!. Untungnya lilonya gak di protect (dan shadownya juga gak di limit), jadi passwordnya bisa deh di reset :D. Yap, root dah bisa ditembus, sekarang waktunya ngefix web. Konfigurasi DocumentRoot di httpd.conf nunjukin arah yang salah, juga ada beberapa parameter yang kayaknya udah di manipulasi sehingga file web gak tampil seutuhnya, tapi untungnya bung Joe (Nuker) segera datang :D. Oce deh, web selesai di fix, tinggal konfigurasi buat sekuritinya aja yang di seting ulang biar orang-orang yang dulu pernah ngutak-ngatik gak bisa ikut campur lagi.
Dan setelah beberapa hari berada di gedung pemerintahan, banyak juga hal-hal ironis yang kulihat, seperti banyaknya periferal yang disia-siakan (termasuk server), entah akan digunakan nanti, atau gak tau buat apa?. aku sendiri, jangankan barang mahalan gitu, VGA Radeon 5900 yang aklu impikan setaon lalu baru bisa aku dapetin beberapa bulan yang lalu. Lalu sempat juga kepikiran, seandainya server-server itu bisa “dijual” dan dijadikan uang, trus disumbangin buat sekolah-sekolah TI yang masih kekurangan komputer, pasti asik ya, apalagi setahuku rata-rata sekolah TI di samarinda belom punya jam masuk lab yang banyak.
Kasian kan mereka-mereka (temen-temen skul di samarinda) yang pengen main komputer tapi gak bisa, sedangkan “mereka-mereka yang lain” justru punya tapi gak dimaenin :D.
Halo lagi Borneo, halo lagi Dunia!
Yeps, setelah lama vakum dari dunia blogging, akhirnya gw bisa raise up juga neh. Thanks buat temen-temen n para pengunjung yang masih setia melototin blog ini walaupun dulu jarang banget di update :D. Oce deh, kalo di halaman utama tadi kalian ketemu ama web yang isinya portfolioku semua (freeware), sekarang disini kalian ketemu sama blog pribadiku, sebenernya pengen bikin yang english version (buat gaya-gayaan), tapi kayaknya malah ribet n ngebatasin konten (maklum gak jago bhs inggris :p).
Yeps lagi, dengan bermodalkan wordpress dan komputer rumah, akhirnya blog ini di rilis juga, untuk blog yang lama, akan tetap ada dan linknya akan menyusul, jadi sabar ya :D. Viva blogging!.
