Internet Fax To Email - Unlimited

Unlimited Faxes, No Fees, Dedicated Phone Number

Free Website Templates
kecebongsoft » 2007 »

kecebongsoft


Blog, Portfolios, Creativity

APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN? (Kisah Nyata)

Posted in Blog by Dedi Purwanto on the May 26th, 2007

Ini cuma poster yang gw curi dari web sebelah :D

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada?

Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas

terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa*nya dengan pertanyaan ini,

“Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan

semuanya”. “Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi.

“Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti

Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip

kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi

bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor

tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi

dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya

bertanya sesuatu?”

“Tentu saja,” jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”

“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak

pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.

Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu

-460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi

diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata

dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?”

Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”

Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga

tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita

pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk

memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang

gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap

suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.

Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”

Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah

kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak

perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara

tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda

salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan.

Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk

mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan.

Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia.

Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari

ketiadaan cahaya.”

Profesor itu terdiam. Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

Grabbed from : tempakul.com

Main warnet gratis?

Posted in Tutorial by Dedi Purwanto on the May 10th, 2007

Buat yang sering main warnet, pengen main biaya nge-warnetnya berkurang? Triknya cukup mudah, Jika di warnet yang kamu pakai software billingnya menggunakan BillingExplorer (entah versi berapa),
maka ada kemungkinan besar kamu bisa mendapatkan bug(kesalahan program) ini :
1. Coba login dulu di client (pilih personal ato yang lainnya)
2. Buka window BillingExplorernya, liat jam pada label Start
3. Ubah jam windows, misal jam Startnya=10:12:58, maka ubah jam windows jadi 11:20:12 (atau terserah yang penting lebih besar dari jam Start.
4. Lihat label biaya yang ada di window BillingExplorer-mu, biayanya berubah nggak? :D

Entah program BillingExplorer di warnet-warnet Samarinda udah di update atau enggak
karena 80% warnet Samarinda memakai program BillingExplorer (entah versi berapa) maka bug ini cukup bisa bikin yang punya usaha jadi tekor. Tadi sempat muter-muter di om google nyari kejelasan tentang bug ini, tapi sebagian besar laporan bug tidak di tanggapi oleh vendor dari BillingExplorer.

Buat yang punya warnet, kalau bisa tidak perlu tunggu vendor nge-update software billingnya, mungkin lebih baik perbaikin sistem di setiap client, coba atur registry/settingan windows agar user tidak bisa mengganti jam. Dan lakukan pengamanan lainnya untuk menghindari timbulnya bug billing.

Fungsi rakitan buat ngecek variabel kosong

Posted in Tutorial by Dedi Purwanto on the May 5th, 2007

Yang sering pake php, biasanya kan kalau bikin form yang banyak field-fieldnya, begitu di submit si programmer mesti cek satu-satu dulu apakah field-field tersebut sudah terisi atau belum. Mungkin sebagian ada yang pakai fungsi isset. Tapi bagaimana seandainya variabel tersebut sudah di set tapi belum terisi? contoh, jika dalam kondisi register_globals=off, kita biasa menangkap variabel form dengan fungsi $nama=$_POST[’nama’] dst… Sehingga pada php variabel tersebut sudah berstatus diset, namun mungkin saja belum ada isinya.

Untuk mengatasi hal itu, sebagian programmer menggunakan fungsi empty(), tapi kekurangan fungsi empty adalah dia hanya bisa menghandel satu parameter untuk setiap pemanggilan fungsi tersebut. Sehingga jika kita punya belasan atau bahkan puluhan field yang mesti dicek kosong atau tidak, akan menghasilkan listing yang cukup panjang.

Jadi sekarang kita buat aja fungsi sendiri, yang bisa mengecek variabel itu kosong atau tidak (meskipun sudah diset). Dan fungsi ini bisa dimasukan parameter tidak terbatas. ini listingnya :

Sintaks : (php)
  1.  
  2.  
  3. function empties(){
  4.         for($i=0;$i < func_num_args() ;$i++){
  5.                 $isi=func_get_arg($i);
  6.                 echo "Parameter ke-$i : $isi";
  7.                 if(empty($isi)){
  8.                         echo "Variabel ini kosong!";
  9.                 }
  10.         }
  11. }
  12.  
  13. //KITA COBA PANGGIL
  14. empties("Dedi","Titin","Mamah","Papah","Uncu","Ketek","","Jefri","Suanah");
  15.  

selamat mencoba :D.

Crime days

Posted in Blog by Dedi Purwanto on the May 5th, 2007

Tragedi kehilangan barang beruntun neh, meskipun “cuma” 2 kali, tapi itu juga udah bisa dibilang banyak & beruntung. Yang pertama, adalah helmet KYT Forza-ku, jum’at pagi ku kencangkan talinya di jok motor. Begitu matahari meninggi dan udah mau pulang, helmetnya udah lenyap, dadah bubye cup-cup muach-muach deh helmet. Yang tersisa cuman besi pengaitnya yang masih nempel di jok. Apes deh, ini bukan yang kali pertama kejadian kehilangan helmet di sekolahku, tapi udah yang kesekian kalinya. Salah satu yang bisa disalahin yang staf keamanannya, SEKOLAH DIJAGAIN GAK SEH??.

Yang kedua lagi, berselang beberapa hari setelah kejadian itu, aku udah beli helmet baru dan tentunya selalu dibawa kemana-mana (hayo maling, catch my helmet if you can ^_^). Trus pas mo nganter mamah ke tenggarong, eh dibeliin sendal baru ^_^. Keyen euy, warnanya item, trus ada tulisan uncu keteknya warna putih. Tapi baru berumur sehari lebih dikit, udah lenyap dirumah sendiri, kejadiannya pas habis beli gas elpiji, trus masuk kerumah sebentar dan sendalnya di tinggal di luar (waktu itu banyak orang di luar) T_T.

Dan yang paling parah, kedua benda itu belinya sama-sama/dibeliin mamah T_T. Mamah i am sory dory mory seterobery yah… dakuw akan lebih berhati-hati menjaga barang-barang yang dakuw dapat bersama-sama dikauw ^_^.

Anggota DPRD Gagap Teknologi, E-mail Disangka Barang

Posted in Joke by Dedi Purwanto on the May 4th, 2007

ANGGOTA DPRD Samarinda ternyata tergolong ketinggalan kemajuan dan gagap teknologi, khususnya dalam pemanfaatan surat elektronik (electronic mail atau e-mail) dalam berkomunikasi. Teknologi yang memanfaatkan komputer dan jaringan internet dan sudah dikenal bahkan oleh pelajar SMM inii bahkan tidak dikenal sebagian anggota Dewan. Sehingga ketika ditanya sudahkah punya e-mail, jawabannya justru mengundang tawa.

“Saya pernah punya, tapi sudah dijual,” ujar Didik Sugiarto, anggota Komisi D dari Fraksi AKU dengan gaya meyakinkan seolah-olah e-mail adalah barang berwujud fisik yang bisa dipindahtangankan. Wakil Ketua Dewan, Hairul Anwar setali tiga uang. Awalnya jawabannya terasa wajar, namun belakangan sama sekali tidak ‘nyambung.

“Secara pribadi saya belum memilikinya. Bukannya saya tidak mampu untuk memilikinya, namun saya masih cinta produk dalam negeri,” katanya seolah-seolah e-mail adalah barang dari luar negeri. “Buat apa kita membanggakan produk luar, lihat saja HP (handphone) saya masih model lama,” tuturnya sok yakin.

Tak hanya Didik dan Hairul, 9 anggota Dewan lainnya pun tak kenal atau tidak punya e-mail. Jika itu terjadi di generasi tua seperti H Nichlan yang usianya sudah 70-an, mungkin masih wajar. Namun yang muda-muda seperti Sukardi Surbakti dan Blasius Watu pun tak menyentuh sarana informasi yang efisien dan efektif ini. Begitu juga A Marcus Incau, Mardiah Mulyani, Sabri, Riyanto Rais, Arifin Idris dan Hamzah.

Padahal mereka sebenarnya tak harus memiliki komputer dan langganan internet secara pribadi, sebab lembaga legislatif ini pasti bisa menyediakannya. Baik secara fraksi maupun komisi. Bila memiliki e-mail, interaksi dengan masyarakat secara umum dan konstituen partainya bisa lebih berkembang dan aktif.

Berikut tanggapan anggota Dewan saat ditanya apakah punya e-mail, dan apakah mereka paham kegunaannya di era informasi sekarang.

H Nichan: Apa itu email? Saya belum punya e-mail karena masih kurang paham teknologi macam itu. Kalau keinginan punya ada, cuma untuk mengoperasikan komputer saja saya mesti tanya sana sini. Di lingkungan Dewan ini sebenarnya sudah ada, tapi sampai sekarang tidak dioperasikan karena tidak ada yang menggunakan.

Didik Sugiarto: Saya dulu pernah punya e-mail, namun saya jual.

Blasius Watu: Sekarang ini belum punya, sebab saya tidak ingin punya nafsu besar untuk memilikinya namun tidak ada waktu untuk melihatnya

Riyanto Rais: E-mail memang perlu dan ini akan menjadi masukan buat kami untuk secepatnya mengadakan internet di tempat kami. Dulu sempat pasang di sekretariat tapi nggak tahu kemudian tidak bisa di akses lagi.

Sedangkan Sabri dan Sukardi Surbakti yang mengakui memang penting memiliki e-mail, dan keinginan membuatnya, namun di rumah keduanya tidak ada akses telepon. “Di Palaran memang belum ada,” kata Sukardi menyebut domisilinya. (*/gs)

dikutip dari www.kaltimpost.web.id